Membangun backlink berkualitas paling aman

Jika ada suatu metode, teknik dan strategi terbaik dalam membangun backlink maka semua orang pasti akan selalu mengandalkannya. Sayangnya membangun tautan dari situs lain bukan perkara ringan, bahkan bisa menjadi sangat sulit ketika website yang hendak diberi backlink hanya mengutamakan kualitas dan punya banyak pertimbangan.

Selama mengenal dunia online dan sedikit menerapkan beberapa metode, saya menemukan beberapa hal unik yang dapat mendatangkan backlink dengan kualitas handal, natural dan mempengaruhi posisi web yang dioptimasi. Karena fakta fakta di era sekarang telah mengajarkan jika backlink yang tak relevan atau terkesan dipaksakan hanya akan membuat posisi makin drop.

Untuk menyiasati berbagai jenis perubahan yang selalu dilakukan oleh mesin pencari maka sudah bukan pada tempatnya pemilik web hanya mengandalkan atau membuat backlink yang tidak jelas tujuannya.Menurut beberapa ahli seo luar negeri yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun, kebiasaan dalam menanam backlink yang tak lagi berdampak pada posisi diantaranya sebagai berikut :

Pertama, menempatkan backlink pada footer. Link yang berada di dalam footer tidak lagi dominan, bahkan bisa jadi bumerang ketika hal itu dilakukan terlalu cepat. Google akan membaca hal itu sebagai skema tersembunyi dan menganggap pemilik web sedang merekayasa upayanya untuk meraih posisi tertentu. Jika memang akan menempatkan link pada footer maka para ahli menyarankan lakukan itu setelah beberapa bulan kemudian.

Kedua, menjalin tukar menukar link dengan domain website atau blog yang jelas isinya atau sengaja membuat blog baru hanya sekedar untuk mendapatkan backlink hingga jumlahnya menumpuk bagaikan sampah yang mengotori rumah. Google menghargai blogrolling selama web yang menopang bukan masuk dalam kategori link farm. Jika memang harus dilakukan pun hendaknya jangan terburu buru, segala yang diraih dengan cepat biasanya juga akan cepat menghilang, utamanya ketika google mulai mendetek trick trick yang membahayakan masa depan web anda sendiri.

Ketiga, terlalu percaya dengan kekuatan social media dan memandang situs social media akan memberi backlink yang bagus. Ternyata itu adalah kekeliruan, banyaknya jumlah artikel yang dibagikan ke facebook, twitter atau lainnya bukan jaminan backlink yang berkualitas. Berbagi malah dapat berdampak buruk ketika yang dibagikan tidak memenuhi standar, karena begitu pengunjung datang mereka langsung kabur akibat tak tertarik dengan konten di suatu web.

Keempat, terlalu percaya dengan tools tools pemeriksa backlink lalu berusaha meniru apa yang dilakukan oleh kompetitor. Padahal mungkin saja backlink itu tak relevan dengan isi situs anda meski tema sama. Sehingga setelah anda melakukan peniruan backlink yang terjadi malah penurunan rangking dan makin susah dikendalikan. Tools tak akan bisa mendeteksi kekuatan sejati dari suatu web, hanya pemilik website yang mengetahui bagaimana performanya aslinya.

Kelima, hanya mencari backlink dofollow dan mengabaikan link nofollow. Sejak google mengubah aturan perangkingan, semua jenis backlink akan dihitung, tingkat pengaruh link itu sendiri hanya google yang mengetahuinya. Kondisi ini sangat berbeda dengan kejadian dimasa lalu, dimana link dofollow akan sangat membantu. Namun saat ini hal itu sudah tidak terlalu berlaku, semua jenis link tetap berpengaruh selama ada relevansi dan trust yang tinggi dalam pandangan mesin pencari.

Sebenarnya semua orang, semua ahli dan siapa saja tak pernah tahu tiap kekuatan dari teknik yang digunakan. Kekuatan dan pengaruh hanya bisa dianalisis setelah dipraktekkan, jadi pendapat dan pandangan ahli manapun selalu membawa dua kemungkinan: bisa benar dan juga dapat meleset. Namun sebagai blogger yang baik kita patut berterima kasih kepada siapa saja yang sudah membagikan informasi berguna. Salam dan sukses selalu untuk anda yang sudah berkunjung  !